Jalan Raya Porong Dipasang Papan Peringatan


















Lumpur Sidoarjo semakin parah. Belum beres penanggulangan lumpur yang menyembur sejak beberapa tahun belakangan, ditambah seminggu kemarin tanah di kawasan sekitar Porong anjlok 60 cm lebih, sekarang malah muncul semburan baru yang mengancam. Jalan Raya Porong sepertinya di waktu yang akan datang tidak layak di pakai lagi lantaran muncul semburan baru di badan jalan itu. Banyak pihak berpendapat, Jalan Raya Porong memang seharusnya segera ditutup untuk menghindari segala kemungkinan buruk yang terjadi. Kemungkinan-kemungkinan itu antara lain, anjloknya tanah di daerah sekitar Porong, timbulnya kebakaran lantaran gas yang keluar bersamaan dengan lumpur di badan Jalan Raya Porong sangat rentan dengan api. Kemungkinan lain adalah tidak efisiennya tanggul yang menampung lumpur dengan melihat kondisi curah hujan belakangan ini bisa saja tanggul itu jebol. Mungkinkah Porong Sidoarjo akan tenggelam suatu saat? Bisa saja. Who knows?

Dengan melihat ancaman yang semakin membahayakan dari semburan lumpur di badan Jalan Raya Porong akhirnya Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) memasang papan pengumuman yang memuat indikator gas metana dan ketinggian air di badan Jalan Raya Porong. Papan pengumuman ukuran 1,5 meter x 3 meter itu dipasang di pintu keluar tol serta Jalan Raya Porong Surabaya-Malang.

"Sebagai peringatan dini bagi pengguna jalan," kata Juru bicara BPLS, Ahmad Zulkarnaen, Jumat (30/4).

Papan pengumuman ini juga akan menyampaikan informasi kondisi kegawatan di kawasan Jalan Raya Porong. Di antaranya kategori Bahaya jika kandungan gas mudah terbakar atau Low Ekspolsive Limit (LEL) semburan gas metana melebihi 50 persen dan radius satu kilometer ketinggian air di jalan lebih dari 30 centimeter.

Menurut pantauan ahli, terdapat 15 titik semburan yang berada di sekitar Jalan Raya Porong masih aktif. Kandungan LEL gas metana juga berfluktuatif antara 10-100 persen. Untuk itu, selama ini tetap disiagakan petugas dengan perlengkapan pemadam kebakaran untuk menjaga kemungkinan terjadi percikan api di sekitar Jalan Raya Porong.

Ancaman dari Lumpur Porong ini tentu saja mengganggu para pengguna jalan. Seperti yang diketahui, Jalan Raya Porong adalah jalan utama transportasi dari dan ke daerah lain di Surabaya dan Jawa Timur, macent tentu saja terjadi. Karena itu polisi juga diminta untuk menjaga lalu lintas agar tak terjadi kemacetan terutama di daerah yang mengeluarkan semburan gas metana bercampur air dan lumpur.

Ahli Geologi Universitas Sepuluh Nopember Surabaya, Amien Widodo menjelaskan semburan gas metana di jalan raya sangat rawan meledak dan terbakar. Apalagi jika tak ada angin, maka semburan gas metana akan menumpuk terakumulasi semakin besar.

Selain itu, dikhawatirkan jika terjadi penurunan permukaan tanah secara mendadak yang akan berakibat tanggul penahan lumpur jebol dan menerjang lalu lintas di Jalan Raya Porong. Amien mengusulkan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo atau Pemerintah Provinsi Jawa Timur memasang alat pendeteksi gas metana dan alat ukur penurunan permukaan tanah.

Peralatan ini mencatat indikator secara real time sebagai upaya peringatan dini jika terjadi gejala yang mendadak serta dijaga petugas khusus dilengkapi sirine yang memberikan tanda peringatan. Selain itu, juga dibangun jalur evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat. Konsep tersebut, katanya, tengah disiapkan seperti penanganan kawasan berpotensi tsunami atau bencana geologi luapan gunung merapi. Dengan sistem peringatan dini ini, dapat segera diambil tindakan penyelamatan atau penutupan Jalan Raya Porong. (refferensi : tempointeraktif.com / gambar : foto.detik.com)

0 comments:

Posting Komentar

Berkomentarlah Dengan Bijak, Jangan Nyepam..
Bila tidak memiliki blog/website, pilihan anonymous adalah pilihan untuk anda, atau jika anda memiliki akun Facebook, pilihan name/url bisa dipakai dengan cara, masukkan alamat/url profil facebook anda di kolom url.

Salam "Apa Kabar Nusantara"